Tampilkan postingan dengan label agama islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama islam. Tampilkan semua postingan
Jumat, 01 April 2011
dakwah,khutbah,tablig
Selasa, 29 Maret 2011
macam kedzaliman
3 macam kedzaliman
Yaitu syirik dan kufur kepada Alloh. Dzolim yang semacam ini adalah dzolim yang
tak terampuni.
2. Dzalim yang terjadi pada sesama manusia dan lingkungan . bentuk kedzaliman
yang ini cukup beragam, dan sangat berbahaya jika tidak dicegah karena bisa
menimbulkan kerusakan
dosa-dosa besar
dosa-dosa besar
MENJAUHI DOSA-DOSA BESAR
Kode: 1.A5.14
Tujuan
Instruksional
Setelah mendapatkan materi ini, peserta diharapkan mampu:
1.Nmengetahui apa saja yang termasuk kategori dosa-dosa besar dan
bagaimana
hukumnya serta menyebutkan
contoh-contohnya.
2. Menjauhi dosa-dosa besar dan segera bertaubat jika pernah
melakukannya.
3. Membenci dosa-dosa besar dan mencegah orang lain melakukannya.
Titik Tekan Materi
Materi ini setidaknya menguraikan 5 dosa besar yang disebutkan
oleh Rasulullah
saw. Yakni syirk, sihir, durhaka pada orang tua, sumpah palsu, dan lari
dari medan
perang(desersi). Hukuman Allah yang berat terhadap para pelaku dosa
besar.
Pokok-Pokok
Materi
1. Dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits Nabawi tentang dosa-dosa
besar.
2. Bahaya syirk.
3. Bahaya sihir.
4. Bahaya
durhaka pada orang tua.
5. Bahaya berpaling dari medan jihad.
6. Bahaya sumpah palsu.
Dalil-Dalil
Hadis-Hadits
“Tidakkah aku ceitakan kepadamu tentang dosa-dosa yang besar
(3x). Mereka
menjawab, ‘Ya, wahai Rasulullah’. Beliau bersabda, ‘Yaitu
menyekutukan Allah,
durhaka pada orang tua -pada waktu itu beliau bersandar
kemudian duduk, kemudian bersabda- demikian juga persaksian palsu dan
ucapan palsu’. Beliau selalu mengulang- ulangnya sehingga kami berkata,
‘Andaikan beliau diam’” (HR Bukhari Muslim).
“Beliau
bersabda, ‘Jauhilah tujuh perkara yang menghancurkan (7 dosa besar)’.
Mereka berkata, ‘Apa saja, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda,
‘Menyekutukan Allah, sihir, membunuh, memakan riba, makan harta anak
yatim, berpaling dari medan perang, dan menuduh keji wanita mu’minat baik-baik’” (HR Bukhari
Muslim).
Definisi maksiyat (dosa) dan pembagiannya
1.
Maksiyat adalah ketidaktaatan baik mengerjakan hal-hal yang
dilarang maupun
mengabaikan perintah.
2.
Maksiayat meliputi dua bagian, yakni maksiyat yang tergolong
dosa besar
(kaba’ir) dan dosa kecil (shogho’ir).
1.
Kaba’ir adalah setiap dosa yang
mengakibatkan hukuman di dunia atau diancam
oleh Allah dengan ancaman yang khusus di akhirat; mendapatkan adzab,
laknat
dan kemarah-Nya. Sebagian ulama berpendapat, kaba’ir adalah dosa yang
dilakukan seseorang dengan menganggap enteng dan merasa bangga. Contoh
sebagaimana tercantum dalam hadits di atas.
2.
Shagha’ir adalah dosa-dosa yang tidak
mengakibatkan hukuman di dunia dan
tidak ada ancaman khusus di akhirat. Sebagian ulama berpendapat,
shagha’ir
adalah dosa yang ditimbulkan oleh kelalaian dan pelakunya senantiasa
menyesal
sehingga mengurangi rasa nikmatnya bermaksiyat.“Diriwayatkan
Abu Hurairah
bahwa Nabi saw. bersabda, ‘Telah ditetapkan atas manusia
bagiannya dari zina yang pasti
dilakukannya: zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga
mendengar, zina lisan
adalah berkata, zinanya tangan meraba, zinanya kaki melangkah, sedangkan
zinanya hati
adalah menginginkan dan berangan-angan, kermudian farjilah yang
membenarkan atau
mendustakannya’” (HR Muslim).
Diriwayatkan oleh Umar ibnu Abbas dan
lainnya, mereka berkata, “Tidak ada dosa besar bila disertai istighfar
dan tidak ada dosa kecil bila dilakukan terus- menerus”.
Sikap Muslim terhadap dosa adalah sebagaimana diungkapkan oleh
Abdullah
ibnu Mas’ud, “Seorang mu’min melihat dosanya seolah-olah ia berada pada
kaki
gunung yang akan runtuh menimpanya, sedangkan orang durhaka (al-fajr)
melihat dosanya sebagimana lalat hinggap pada hidungnya, kemudian ia
menghalaunnya.”
Enam macam dosa
besar di antara dosa-dosa besar
1.
Syirik
(menyekutukan Allah)
Syirik adalah menyamakan Allah dengan yang lain dalam hal-hal
yang
menjadi kekhususan-Nya.
Syirik dapat digolongkan menjadi dua macam: syirik besar (asy-syirku al-
akbar) dan syirik kecil (asy-syirku
al-asghar).
Syririk Besar
Syirik akbar adalah syirik dalam beribadah dengan menjadikan
tuhan-tuhan
selain Allah. Allah berfirman,
“Maha suci Allah yang telah menurunkan al-furqan kepada hanba-Nya
agar dia menjadi
peringatan bagi seluruh alam yang bagi-Nya kerajaan langit dan bumi dan
Dia tidak beranak
dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya, dan Dia telah
menciptakan segala
sesuatu, dan Dialah yang menetapkan ukuran-ukurannya denan
serapi-rapinya. Kemudian
mereka menjadikan tuhan-tuhan selain Dia (untuk disembah), yang
tuhan-tuhan itu tidak
menciptakan apapun, bahkan mereka itu diciptakan dan tidak mampu menolak
kemadlartan
dari dirinya dan tidak mampu megambil kemanfaatan untuk dirinya, dan
tidak kuasa
mamatikan, menghidupkan, dan tidak pula mampu membangkitkan” (QS Al-Furqan/25:1-3).
Fenomena syirik ibadah ini bisa dilihat, antara lain;
1.
Pemujaan dan do’a pada selain Allah seperti jin, berhala,
taghut. Allah
menjelaskan perilaku mereka dalam firman-Nya,
“Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdo’a kepada Allah
dengan mengikhlaskan
ibadah kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka ke daratan,
tiba-tiba
mereka kembali menyekutukan-Nya” (QS Al-Ankabut/29:65).
2.
Hidup tanpa tujuan dan merasa tenang, tenteram, dan ridla
dengan kehidupan
dunia, tanpa mengingat akhirat sedikitpun. Allah berfirman, “Sesungguhnya
orsang-
orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya) petemuan dengn Kami
dan merasa puas
denan kehidupan dunia serta merasa tenteran dengan itu, dan orang-orang
yang melalaikan
ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya adalah neraka disaebabkan ulan
mereka”.(QS
Yunus/10:7-8).
“Allah menjelaskan perilaku orang-orang kafir, bahwa mereka itu
berdsenang-
senang di dunia
da\n mereka makan seperti makannya binatang ternak dan neraka adalah
tempat tinggal mereka” (QS
Muhammad/47:12). Bahkan mereka berkata, ‘Apakah kami
setelah mati dan setelah menjadi tanah kami akan dibangkitkan lagi? Itu
adalah
pengembalian yang tidak mungkin’” (QS Qaaf/50:3).
3.
Ketaatan secara mutlak kepada selain Allah. Allah berfirman,
“Mereka
menjadikan orang alim dan rahib (pendeta) mereka sebagai tuhan
selain Allah”
(QS-Taubah/3:31).
Diriwayatkan, ketika Adi bin Hathib r.a. mendengarkan
Rasulullah saw.
membaca ayat di atas, ia berkata, “Wahai rasulullah, kami dahulu tidak
pernah menyembah mereka”. Kemudian Nabi saw, bersabda, “Bukankah
mereka menghalalkan untukmu apa yang diharamkan oleh Allah kemudian
kamu menghalalkannya, dan mereka mengharamkan untukmu apa yang
dihahalkan oleh Allah kemudian kamu mengharamkannya?” Ia menjawab,
“Memang ya”. Rasulullah bersabda, “Yang demikian itu berarti menyembah
mereka” (HR Tirmidzi).
4.
Menjadikan tandingan-tandingan untuk Allah dengan mencintainya
melebihi
kecintaannya kepada Allah.
“Dan diantara manusia ada yang menyembah
tandingan-tandisngan
selain Allah, merka mencintainya sebagimana mereka
mencintai
Allah”(QS Al-Baqarah/2:165). Saebagian ulama menjelaskan andaad
(tandingan-tandingan) adalah apa saja yang bisa
mencabut dari Islam, seperi
harta, pangkat, keluarga, dll. (Lihat juga QS At-Taubah/9: 24).
Akibat Syirik Besar
Syirik adalah kedzaliman yang paling besar, karena yang
didzalimi adalah Allah
SWT. (QS Luqman/31:13). Akibat syirik sangat
besar, yakni
1.
Tidak diampuni Allah SWT. “Allah tidak mengampuni
dosa mempersekutukan
sesuatu dengan Dia” (QS An-Nuisa/4:116).
2.
Haram masuk surga. “ Sesungguhnya barang
siapa yang menyekutukan Allah
maka Allah mengharamkannya masuk surga,
dan tempat kembalinya adalah
neraka” (QS Al-Maidah/5:72).
(menghargai karya orang lain)
Menghargai karya orang lain
Saat konten disebar secara digital, memang menjadi sangat rawan untuk dibajak. Kita sudah tahu lah ya tentang lagu-lagu yang dibajak di ranah daring. Saat musisi mengeluarkan album barunya, nggak lama album dengan seluruh lagunya dalam format MP3 bisa ditemukan dengan mudah di jagad maya. Hal yang sangat mudah dilakukan oleh setiap orang yang sudah kenal dengan internet.
Menyantuni Kaum Duafa
A. Surah Al Isra 26-27
Dalam upaya menanamkan kepekaan untuk saling tolong-menolong tersebut, kita dapat membiasakan diri dengan menginfakkan atau memberikan sebagian rezeki yang kita peroleh meskipun sedikit.
Allah Maha Besar. Manusia Lemah Tak Berdaya
Langganan:
Postingan (Atom)