wiwiesaripoetri.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label agama islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2011

dakwah,khutbah,tablig

dakwah, khutbah, tablig

Yang paling tinggi dan paling luas cakupannya adalah dakwah. Di dalam dakwah ada beberapa jenjang aktifitas. Salah satunya adalah tabligh. Jadi tabligh itu bagian dari dakwah, tetapi dakwah bukan hanya semata-mata tabligh. Selain tablig, dalam jenjang aktifitas dakwah juga mengenal taklim. Yang bersifat lebih intensif dari sekedar tabligh. Ada juga takwin, yang jauh lebih intensif lagi dari taklim dan tabligh.

Selasa, 29 Maret 2011

macam kedzaliman

3 macam kedzaliman

1. Dzalim kepada Alloh ( Dzalim yang paling besar )
Yaitu syirik dan kufur kepada Alloh. Dzolim yang semacam ini adalah dzolim yang
tak terampuni.
2. Dzalim yang terjadi pada sesama manusia dan lingkungan . bentuk kedzaliman
yang ini cukup beragam, dan sangat berbahaya jika tidak dicegah karena bisa
menimbulkan kerusakan

dosa-dosa besar

dosa-dosa besar

MENJAUHI DOSA-DOSA BESAR
Kode: 1.A5.14
Tujuan Instruksional
Setelah mendapatkan materi ini, peserta diharapkan mampu:
1.Nmengetahui apa saja yang termasuk kategori dosa-dosa besar dan bagaimana
hukumnya serta menyebutkan contoh-contohnya. 2. Menjauhi dosa-dosa besar dan segera bertaubat jika pernah melakukannya. 3. Membenci dosa-dosa besar dan mencegah orang lain melakukannya.
Titik Tekan Materi
Materi ini setidaknya menguraikan 5 dosa besar yang disebutkan oleh Rasulullah saw. Yakni syirk, sihir, durhaka pada orang tua, sumpah palsu, dan lari dari medan perang(desersi). Hukuman Allah yang berat terhadap para pelaku dosa besar.
Pokok-Pokok Materi
1. Dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits Nabawi tentang dosa-dosa besar.
2. Bahaya syirk.
3. Bahaya sihir.
4. Bahaya durhaka pada orang tua.
5. Bahaya berpaling dari medan jihad.
6. Bahaya sumpah palsu.
Dalil-Dalil
Hadis-Hadits
“Tidakkah aku ceitakan kepadamu tentang dosa-dosa yang besar (3x). Mereka
menjawab, ‘Ya, wahai Rasulullah’. Beliau bersabda, ‘Yaitu menyekutukan Allah,
durhaka pada orang tua -pada waktu itu beliau bersandar kemudian duduk, kemudian bersabda- demikian juga persaksian palsu dan ucapan palsu’. Beliau selalu mengulang- ulangnya sehingga kami berkata, ‘Andaikan beliau diam’” (HR Bukhari Muslim).
“Beliau bersabda, ‘Jauhilah tujuh perkara yang menghancurkan (7 dosa besar)’. Mereka berkata, ‘Apa saja, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Menyekutukan Allah, sihir, membunuh, memakan riba, makan harta anak yatim, berpaling dari medan perang, dan menuduh keji wanita mu’minat baik-baik’” (HR Bukhari Muslim).
Definisi maksiyat (dosa) dan pembagiannya
1.
Maksiyat adalah ketidaktaatan baik mengerjakan hal-hal yang dilarang maupun
mengabaikan perintah.
2.
Maksiayat meliputi dua bagian, yakni maksiyat yang tergolong dosa besar
(kaba’ir) dan dosa kecil (shogho’ir).
1.
Kaba’ir adalah setiap dosa yang mengakibatkan hukuman di dunia atau diancam oleh Allah dengan ancaman yang khusus di akhirat; mendapatkan adzab, laknat dan kemarah-Nya. Sebagian ulama berpendapat, kaba’ir adalah dosa yang dilakukan seseorang dengan menganggap enteng dan merasa bangga. Contoh sebagaimana tercantum dalam hadits di atas.
2.
Shagha’ir adalah dosa-dosa yang tidak mengakibatkan hukuman di dunia dan tidak ada ancaman khusus di akhirat. Sebagian ulama berpendapat, shagha’ir adalah dosa yang ditimbulkan oleh kelalaian dan pelakunya senantiasa menyesal sehingga mengurangi rasa nikmatnya bermaksiyat.“Diriwayatkan Abu Hurairah
bahwa Nabi saw. bersabda, ‘Telah ditetapkan atas manusia bagiannya dari zina yang pasti dilakukannya: zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga mendengar, zina lisan adalah berkata, zinanya tangan meraba, zinanya kaki melangkah, sedangkan zinanya hati adalah menginginkan dan berangan-angan, kermudian farjilah yang membenarkan atau
mendustakannya’” (HR Muslim).
Diriwayatkan oleh Umar ibnu Abbas dan lainnya, mereka berkata, “Tidak ada dosa besar bila disertai istighfar dan tidak ada dosa kecil bila dilakukan terus- menerus”.
Sikap Muslim terhadap dosa adalah sebagaimana diungkapkan oleh Abdullah ibnu Mas’ud, “Seorang mu’min melihat dosanya seolah-olah ia berada pada kaki gunung yang akan runtuh menimpanya, sedangkan orang durhaka (al-fajr) melihat dosanya sebagimana lalat hinggap pada hidungnya, kemudian ia menghalaunnya.”
Enam macam dosa besar di antara dosa-dosa besar
1.
Syirik (menyekutukan Allah)
Syirik adalah menyamakan Allah dengan yang lain dalam hal-hal yang
menjadi kekhususan-Nya.
Syirik dapat digolongkan menjadi dua macam: syirik besar (asy-syirku al-
akbar) dan syirik kecil (asy-syirku al-asghar).
Syririk Besar
Syirik akbar adalah syirik dalam beribadah dengan menjadikan tuhan-tuhan
selain Allah. Allah berfirman,
“Maha suci Allah yang telah menurunkan al-furqan kepada hanba-Nya agar dia menjadi peringatan bagi seluruh alam yang bagi-Nya kerajaan langit dan bumi dan Dia tidak beranak dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya, dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dialah yang menetapkan ukuran-ukurannya denan serapi-rapinya. Kemudian mereka menjadikan tuhan-tuhan selain Dia (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka itu diciptakan dan tidak mampu menolak kemadlartan dari dirinya dan tidak mampu megambil kemanfaatan untuk dirinya, dan tidak kuasa mamatikan, menghidupkan, dan tidak pula mampu membangkitkan” (QS Al-Furqan/25:1-3).
Fenomena syirik ibadah ini bisa dilihat, antara lain;
1.
Pemujaan dan do’a pada selain Allah seperti jin, berhala, taghut. Allah
menjelaskan perilaku mereka dalam firman-Nya,
“Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdo’a kepada Allah dengan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka ke daratan, tiba-tiba mereka kembali menyekutukan-Nya” (QS Al-Ankabut/29:65).
2.
Hidup tanpa tujuan dan merasa tenang, tenteram, dan ridla dengan kehidupan
dunia, tanpa mengingat akhirat sedikitpun. Allah berfirman, “Sesungguhnya orsang-
orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya) petemuan dengn Kami dan merasa puas denan kehidupan dunia serta merasa tenteran dengan itu, dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya adalah neraka disaebabkan ulan mereka”.(QS
Yunus/10:7-8). “Allah menjelaskan perilaku orang-orang kafir, bahwa mereka itu berdsenang-
senang di dunia da\n mereka makan seperti makannya binatang ternak dan neraka adalah tempat tinggal mereka” (QS Muhammad/47:12). Bahkan mereka berkata, ‘Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah kami akan dibangkitkan lagi? Itu adalah pengembalian yang tidak mungkin’” (QS Qaaf/50:3).
3.
Ketaatan secara mutlak kepada selain Allah. Allah berfirman, “Mereka
menjadikan orang alim dan rahib (pendeta) mereka sebagai tuhan selain Allah”
(QS-Taubah/3:31).
Diriwayatkan, ketika Adi bin Hathib r.a. mendengarkan Rasulullah saw. membaca ayat di atas, ia berkata, “Wahai rasulullah, kami dahulu tidak pernah menyembah mereka”. Kemudian Nabi saw, bersabda, “Bukankah mereka menghalalkan untukmu apa yang diharamkan oleh Allah kemudian kamu menghalalkannya, dan mereka mengharamkan untukmu apa yang dihahalkan oleh Allah kemudian kamu mengharamkannya?” Ia menjawab, “Memang ya”. Rasulullah bersabda, “Yang demikian itu berarti menyembah mereka” (HR Tirmidzi).
4.
Menjadikan tandingan-tandingan untuk Allah dengan mencintainya melebihi
kecintaannya kepada Allah. “Dan diantara manusia ada yang menyembah
tandingan-tandisngan selain Allah, merka mencintainya sebagimana mereka
mencintai Allah”(QS Al-Baqarah/2:165). Saebagian ulama menjelaskan andaad
(tandingan-tandingan) adalah apa saja yang bisa mencabut dari Islam, seperi
harta, pangkat, keluarga, dll. (Lihat juga QS At-Taubah/9: 24).
Akibat Syirik Besar
Syirik adalah kedzaliman yang paling besar, karena yang didzalimi adalah Allah
SWT. (QS Luqman/31:13). Akibat syirik sangat besar, yakni
1.
Tidak diampuni Allah SWT. “Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan
sesuatu dengan Dia” (QS An-Nuisa/4:116).
2.
Haram masuk surga. “ Sesungguhnya barang siapa yang menyekutukan Allah
maka Allah mengharamkannya masuk surga, dan tempat kembalinya adalah
neraka” (QS Al-Maidah/5:72).

(menghargai karya orang lain)

Sebagai muslim yang baik, kita tidka boleh melakukan perbuatan apapun yang sifatnya merendahkan, mengejek dan menghina orang lain baik dari segi kepribadiannya, karyanya, postur tubuhnya maupun keadaan sosialnya. Karena penghinaan, celaan, apalai merendahkan akan memunculkan perasaan sakit hati dan dendam. Oleh karena itu, setiap individu muslim hendaknya berusah sekuat kemampuan unnutk menahan dari dari sikap yang membuat orang lain merasa direndahkan. Manusia yang baik adalah mereka yang selalu memperhatikan dan memberikan pertolongan kepada orang-orang yang tidak mampu atau lemah disekitarnya. Inilah ajaran yang telah dijelaskan oelh rasulullah SAW

Menghargai karya orang lain

Saat konten disebar secara digital, memang menjadi sangat rawan untuk dibajak. Kita sudah tahu lah ya tentang lagu-lagu yang dibajak di ranah daring. Saat musisi mengeluarkan album barunya, nggak lama album dengan seluruh lagunya dalam format MP3 bisa ditemukan dengan mudah di jagad maya. Hal yang sangat mudah dilakukan oleh setiap orang yang sudah kenal dengan internet.

Menyantuni Kaum Duafa

A. Surah Al Isra 26-27

Dalam upaya menanamkan kepekaan untuk saling tolong-menolong tersebut, kita dapat membiasakan diri dengan menginfakkan atau memberikan sebagian rezeki yang kita peroleh meskipun sedikit.

Allah Maha Besar. Manusia Lemah Tak Berdaya

Sering kita terpana dan kagum kepada kehebatan, kekuasaan, atau kekayaan seseorang. Di saat yang sama kita nyaris tidak ingat akan kebesaran Allah. Padahal sesungguhnya sehebat-hebat manusia, mereka tetap fana. Tetap akan mati.